Suzuki Ertiga

 

Review Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga hadir pertama kali dalam bentuk mobil konsep di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2010 dengan nama R-III. R berarti Row (baris) dan III menunjukkan angka romawi 3 yang artinya mobil yang memiliki tiga baris kursi pada interiornya dengan berkapasitas 7 orang penumpang dewasa seperti MPV (Multi Purpose Vehicle).

Setelah mendebut di IIMS yang berlangsung di JIEXpo Kemayoran, Jakarta, RIII berubah nama dan tampil perdana secara global di ajang New Delhi Auto Expo 2012, di India pada awal Januari 2012 silam dengan nama resmi, Suzuki Ertiga. Di Indonesia sendiri Ertiga secara resmi diluncurkan pada 22 April 2012.

Suzuki Ertiga merupakan produk MPV Global berjenis Low MPV yang pertama dari Suzuki yang dirakit di Indonesia dan juga dipasarkan di Indonesia. Namun kini Ertiga beredar pula di luar Indonesia dan India melalui sistem impor.

Suzuki Ertiga menggunakan mesin K-Series kedua yang diterapkan di dalam negeri setelah Splash. Mesin tersebut berkode K14B dengan jumlah silinder empat dan telah mengadopsi teknologi DOHC serta VVT (Variable Valve Timing).

Menggunakan platform dari Suzuki New Swift, di awal kemunculannya Ertiga hanya hadir dengan tiga varian yang semuanya menggunakan transmisi manual 5 percepatan. Meski demikian Suzuki mengklaim Ertiga merupakan MPV dengan kenyamanan sekelas sedan dan kelincahan layaknya hatchback.

Selain diproduksi di pabrik Suzuki di Bekasi, Jawa Barat, Ertiga dirakit juga di Gurgaon oleh Maruti Suzuki India, di Chongqing oleh Changan Suzuki Cina, dan di Thailawa oleh Suzuki Myanmar. Model ini kemudian di gandeng oleh Mazda dengan menerbitkan VX-1, sangat mirip dengan Ertiga hanya saja menggunakan emblem Mazda.

Sepanjang kiprahnya sejak 2012, Suzuki Ertiga baru sekali mengalami perubahan wajah, dan tidak signifikan hanya sekedar mengganti beberapa ornamen (facelift). Namun sebelum muncul model facelift di 2015, ada banyak tambahan varian yang diberikan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku pemegang merek mobil Suzuki di Indonesia untuk Ertiga.

Pertama-tama Ertiga datang dalam tiga varian yakni tipe GA, GL dan GX sebagai model tertinggi. Tapi pilihan transmisinya sama yakni lima percepatan manual. Kemudian berselang hampir setahun kehadirannya di Indonesia, muncullah varian Eeriga dengan model AC Double Blower. Ertiga Double Blower hanya diterapkan untuk model GL dan GX.

Karena banyaknya tuntutan konsumen yang menginginkan model transmisi otomatis, maka SIS kemudian merilis Suzuki Ertiga matik di bulan Mei 2013. Selanjutnya Ertiga lagi-lagi tambah varian, tepatnya September 2013 setelah dirilis Ertiga Elegant. Seakan masih belum puas, maka di Februari 2014 lahir lagi Ertiga Sporty. Baik Ertiga Elegant maupun Sporty sama-sama mendapat tambahan bodykit dan spoiler belakang.

 

Eksterior

Secara umum, visualisasi Suzuki Ertiga tak punya perbedaan signifikan diantara semua variannya. Paras depan sedikit banyak mengingatkan pada model wajah New Swift yang menjadi basisnya, terutama berkat penggunakan lampu besar yang dibuat memanjang dan sedikit melengkung. Sementara gril depan dibuat dalam bentuk kisi-kisi sebagai sumber aliran udara segar ke ruang mesin. Grill ini berkelir hitam dan tepat di tengahnya ada logo S khas Suzuki yang disepuh chrome.

Hampir tidak ada aksen krom lain yang dipakai Suzuki untuk generasi pertama Ertiga kecuali bagian logo. Di samping, siluet bodi yang ramping dan simple kemudian di padankan dengan velg yang dicat silver. Dibelakang pun tampak tak berlebihan. Lampu stop dibuat mirip dengan kepunyaan SX-4, hanya saja dibentuk lebih melebar ke bagian pilar C. Pemakaian bohlamnya juga belum mengaplikasi model LED.

Kaca belakang sudah menggunakan tambahan wiper untuk menjaga visualisasi saat hujan turun. Lantas di atas kaca belakang ada lampu stop tambahan tanpa digabung dengan upper spoiler. Pada bumper belakang tak lupa disispkan reflektor kecil di dekat sudut kiri dan kanan.

Bentuk Ertiga baru berubah jauh lebih terlihat elegan saat lahirnya New Ertiga pada September 2015. Diklaim mengusung 20 perubahan dibanding Ertiga awal, pada sisi eksterior jelas sekali kalau kini SIS makin banyak bermain dnegan aksen chrome untuk New Ertiga.

Paling mencolok tentunya di bagain depan dengan aplikasi grill yang kini tak lagi berbentuk jaring tapi berubah jadi tiga bilah horizontal yang dilebur chrome. Bentuk rumah foglamp juga berubah dan lagi-lagi dibubuhi aksen chrome. Kemudian rear chrome garnish di belakang juga dipakai untuk menyatukan lampu kiri dan kanan. Tak lupa, bagian lampu juga kini dtambah reflektor sehingga terkesan lampu stop makin lebar.

Perubahan yang terjadi pada Suzuki Ertiga facelift ini antara lain model velg dan desain bumper depan. Namun perubahan paling mencolok bisa dilihat ketika SIS mengeluarkan edisi New Ertiga Dreza pada Januari 2016. Ada dua varian dari Dreza yang ditawarkan yakni New Ertiga Dreza dan New Ertiga Dreza GS. Semuanya merupakan top of the line dari model Suzuki Ertiga.

Sebagai varian paling mahal sudah barang tentu opsi-opsi aksesoris yang ditawarkan juga bertema kemewahan. Tak ditemukan gril konvensional pada Ertiga model lain, gantinya sebuah gril dengan berbentuk unik dan kisi-kisi aliran udara yang dibuat menyatu dengan foglamp. Kedua bagian tersebut dihiasi ornamen chrome.

Perbedaan lainnya juga bisa ditemukan pada model velg yang kini memadukan nuansa aluminium dengan hitam yang terlihat lebih elegan. Ornamen-ornamen krom makin banyak ditemukan pada tipe ini, diantaranya untuk handle pintu, dan garnish di bumper belakang. Meski model lampu stop masih mirip New Ertiga tipe lain, tetapi Suzuki menambahkan juga dengan upper spoiler yang ditambah stop lamp LED.

 

Interior

Ruang kabin Suzuki Ertiga dibentuk agar dapat memberikan kenyamanan untuk tujuh orang penumpang dewasa maupun anak-anak. Hal ini ditafsirkan oleh Suzuki dengan apik pada tata letak keseluruhan ruang interior dari Ertiga.

Dibagian kokpit, lekuk-lekuk dashboard dibentuk dinamis tanpa banyak patahan-patahan berlebihan. Pada Ertiga generasi awal, dashboard disemprot dengan warna abu-abu dan beige, sementara untuk New Ertiga tema dua warna menggunakan kombiansi cokelat tua dan beige.

Dibagian tengah ada sistem hiburan yang terintegrasi dengan dashboard yang mampu memainkan musim dengan format CD, MP3, radio, atau dengan cara dikoneksikan melalui USB dan AUX-IN. Setir nyaman dalam genggaman, dan diberi aksen silver. Sedangkan dari balik setir terlihat on-boad computer berpenampilan modern.

Aksen silver selain pada dashboard dan setir, dipakai juga untuk sebagian doortrim dan tuas transmisi, baik untuk model otomatis maupun manual. Sementara pelapis jok tetap memakai bahan fabric kecuali untuk model New Ertiga Dreza yang sudah pakai pelapis kulit.

Pengaturan AC masih dilakukan secara manual dengan cara diputar, tanpa ada fitur AC Dual Zone. Di bawah pemutar AC ada soket USB, AUX-IN, dan lighter yang bsia dipakai untuk melakukan isi daya baterai ponsel atau gadget Anda. Bagi penumpang belakang usah khawatir tak kebagian fitur ini. Karena di bangku baris kedua juag sudah ada lighter tambahan.

Nilai plus dari Ertiga adalah posisi duduk pengemudi yang nyaman, ergonomis, dan sedikit rendah mirip dengan ada di balik kemudi mobil jenis sedan. Inilah konsekuensi dari penggunaan platform New Swift pada Ertiga.

Menariknya, kenyamanan di posisi pengemudi ini tak lantas mengabaikan ruang kaki dan ruang kepala penumpang baris kedua dan ketiga. Untuk jok penumpang tengah bisa di maju mundurkan dnegan jarak yang cukup. Tentu ini bisa menambah legroom bagi penumpang yang punya tinggi badan diatas rata-rata.

Namun di jok baris terakhir kenyamanan penumpang juga tidak terpangkas. Jok belakang masih mentoleransi untuk diisi dua orang dewasa. Jika dirasa butuh kemampuan angkut barang bawaan berlebih, maka jok ini bisa ditekuk untuk dijadikan bagasi tambahan.

 

Performa

Cukup berat beban yang harus dibawa sebuah mobil jenis Low MPV dalam hal performa mesin dan kemampuan teknikal lainnya. Hal itu mengingat kendaraan jenis ini harus rela "disiksa" oleh sang pemilik untuk berbagai kebutuhan moda transportasi.

Begitu banyak Low MPV yang dijadikan kendaraan rental yang biasanya dipakai untuk perjalanan jarak jauh. Itu artinya mobil jenis ini dituntut selain bertenaga juga harus kuat melawan berbagai tipikal kontur jalan. Belum lagi Low MPV juga kerap dipaksa untuk mampu menampung jumlah penumpang plus barang bawaan yang melebihi anjuran pabrik.

Tugas berat inilah yang menjadi pekerjaan besar bagi para tim teknisi produsen mobil yang mau mengeluarkan model jenis Low MPV. Begitu pun dengan Suzuki. Para engineer pabrikan berlogo "S" itu coba menyajikan kemampuan yang baik pada Low MPV mereka, Ertiga.

Alih-alih ingin memiliki kemampuan super, tapi Suzuki Ertiga juga disetting agar bisa memberikan kenyamanan lebih dibanding kompetitor. Datang sedikit di belakang duet Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang bermain di kelas ini, malah membuat Suzuki banyak belajar untuk menciptakan mobil keluarga kelas entry menuju medium tapi tetap bisa nyaman.

Dari sisi mesin ia menggunakan 4 silinder dengan kapasitas total 1.373 cc yang punya kemampuan 92 Hp pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 130 Nm di 4.000 rpm. Di atas kertas, pencapaian ini terbilang moderat, tidak terlalu superior tapi juga tak lemah. Baik untuk model keluaran awal sampai unti New Ertiga Dreza yang menjadi varian paling mahal dari Ertiga tetap menggunakan mesin berkode K14B ini.

Bedanya hanya pada ketersedian pilihan transmisi manual 5-speed atau transmisi otomatis 4-speed. Meski belum menganut teknologi CVT, tetapi gearbox otomatis Ertiga bisa memberikan pergeseran antar gigi yang cukup mulus. Sementara tipe transmisi manualnya empuk, tidak perlu injak pedal kopling terlalu dalam dan terbilang responsif kala diajak berakselerasi. Hanya saja untuk pengguna dengan tipe transmisi manual harus menyesuaikan diri dengan menambah gas ketika pengganti gigi agar RPM tidak drop.

Keasyikan dari Suzuki Ertiga adalah posisi duduk yang ergonomis layaknya mengemudikan mobil jenis sedan. Meski begitu pandangan ke depan, bagian kiri-kanan atau belakang tetap jelas. Posisi dashboard tidak terlalu tinggi dan panel-panel instrumen begitu informatif dengan pengemudi.

Selain itu kemmapuan manuvernya juga terbilang baik dibanding MPV lain yang berbentuk boxy dengan bodyroll yang cenderung lebih sedikit. Bantingan suspensi juga lebih lembut dibanding Avanza dan Xenia, mungkin karakteristik ini nilai positif dari penggunaan platform New Swift yang ada pada DNA Ertiga.

Menggunakan sistem penggerak roda depan membuat Ertiga memiliki daya laju 0-100 km/jam dalam 13,9 detik atau hanya 2,8 detik lebih lambat dari Honda Mobilio. Sedangkan varian bertransmisi otomatis mencatat waktu 14 detik. Tapi angka ini memang tidak cukup krusial, mengingat Ertiga bukan sportcar yang dipakai untuk ajang balap.

 

Keamanan

Suzuki Ertiga dirancang bukan cuma mementingkan kenikmatan berkendara dan kenyamanan penumpang belakang tapi juga menggabungkan fitur keamanan dan juga keselamatan, sehingga penumpang akan merasa tenang ketika mengendarai mobil ini.

Dari segi keselamatan, perangkat dual SRS Airbags yang terdapat pada sisi pengemudi dan penumpang depan kini hadir di seluruh tipe baik GA, GL, GX, Ertiga Sporty, Ertiga Elegant, dan New Ertiga Dreza.

Selanjutnya, terdapat fitur side impact beam sebagai standar dari fitur keselamatan pada mobil ini, sehingga saat terjadi kecelakaan penumpang terutama dari bagian sisi, penumpang tetap dapat keluar karena pintu tidak mudah terjepit akibat adanya penahan besi di bagian pintu.

Dari sisi keselamatan, Ertiga juga dilengkapi fitur-fitur untuk melindungi pengemudi dan penumpang dari bahaya kecelakaan yakni adanya sabuk pengaman untuk seluruh kursi yang ada. Lalu, ada pula child proof rear door locks pada pintu belakang mobil yang akan membuat pintu tidak mudah dibuka oleh anak kecil ketika tertutup.

Bagi pengemudi, demi kemudahan saat parkir, disediakan pula parking sensor. Walau tanpa kamera mundur, tetap fitur ini memberikan peringatan tambahan ketika mobil sudah mendekati objek saat mundur.

Tak ketinggalan fitur keamanan lain seperti sistem keyless entry dan immobilizer yang memungkinkan mesin mobil tidak dapat dinyalakan tanpa kunci asli juga sudah disertakan. Khusus untuk tipe New Ertiga Dreza, ada juga tambahan Antilock Breaking System (ABS) dan juga Electronic Breaking Distribution (EBD) untuk pengereman yang lebih baik.

 

Konsumsi Bahan Bakar

Semua tipe Suzuki Ertiga yang dijual di Indonesia mengandalkan mesin K14B DOHC 4 silinder 1.373 cc berkekuatan 92 Hp pada 6.000 rpm dengan momen puntir maksimum 130 Nm di 4.000 rpm.

Menggunakan teknologi Variable Valve Timing (VVT), Multi Point Injection (MPI), Metal Timing Chain dan Drive by Wire Technology yang akan membuat mobil ini mantap melesat di segala situasi namun lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Ertiga menggunakan sistem penggerak roda depan (front wheel drive) yang membuat tenaga mesin langsung didistribusikan ke roda. Selain itu, ditopang dengan suspensi MacPherson yang membuat kendaraan ini nyaman dan stabil saat dikendarai baik dalam keadaan normal maupun macet.

Dalam pengetesan yang dilakukan sejumlah media di Indonesia mencatat, jika Suzuki Ertiga mampu melakukan efisiensi pemakaian bahan bakar hingga 19,2 km/liter untuk penggunaan dengan rute luar kota dan 14,4 km/l saat dipakai di dalam kota seperti Jakarta yang syarat dengan kemacetan dimana-mana.

Dan perlu perhatian pula, jika hasil itu merupakan pengetesan untuk Suzuki Ertiga yang menggunakan transmisi otomatis 4-speed. Jadi jika Anda memilih varian dengan jenis transmisi manual, maka bisa jadi kemampuan efisiensi bahan bakarnya sedikit lebih baik terutama jika Anda bisa mengatur putaran mesin dengan perpindahan gigi yang tepat.

 

Keseluruhan

Masuk dalam segmen Low MPV, maka Suzuki Ertiga punya tugas berat untuk "menggoyang" dominasi Avanza dan Xenia yang sudah malang melintang di Indonesia satu dekade ini. Namun tim Suzuki ternyata melihat sukses MPV entry level dari Toyota dan Daihatsu itu justru sebagai bahan pelajaran.

Mengambil yang baik dan meninggalkan yang buruk. Itulah mungkin prinsip yang dipegang Suzuki. Karenanya Ertiga muncul seakan jadi penyempurna hal-hal yang tidak dimiliki Avanza-Xenia.

Dari segi visualisasi misalnya, Ertiga yang muncul sekitar empat tahun lalu seakan memberi angin segar bagi mereka yang ingin membeli mobil keluarga berkapasitas tujuh penumpang tapi dengan harga yang masih cukup terjangkau untuk golongan menengah ke bawah.

Desainnya lebih dinamis dengan sedikit unsur Swift yang dimunculkan pada bagian wajah. Sesuatu yang tidak ditemui pada Avanza-Xenia karena Toyota maupun Daihatsu baru melakukan permak wajah kedua mobil tersebut secara signifikan sekitar tahun 2011 atau sekitar 7 tahun sejak kiprahnya dimulai di Indonesia.

Selain desain yang lebih manis, Ertiga juga ternyata menawarkan kenikmatan berkendara yang sedikit di atas dua pesohor sebelumnya. Posisi duduknya terbilang nyaman namun dengan visibilitas yang dijaga tetap apik, bantingan suspensinya juga sedikit lebih baik.

Meskipun fitur keamannanya tidak selengkap Low MPV besutan Honda, Mobilio, tetapi setidaknya sudah ada Dual SRS Airbags, ABS serta EBD dan parking sensor di Ertiga. Sementara dari segi kenyamanan penumpang, ruang kaki dan kepala juga cukup guna mengakomodir penumpang dewasa.

Dengan beberapa kelebihan itu tentu Suzuki Ertiga sangat memikat untuk dipilih sebagai kendaraan keluarga bagi Anda.

 

Kekurangan dan Kelebihan Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga hadir sebagai Low MPV baru bagi Suzuki yang sebelumnya hanya diisi oleh MPV tanpa bonet melalui Carry Futura dan APV. Tentunya kehadiran Ertiga jadi angin segar bagi Suzuki termasuk Suzuki Indonesia lantaran Ertiga dikembangkan di Tanah Air.

Ya, begitu pentingnya pasar MPV di Indonesia memang membuat Suzuki teramat antusias ketika menghadirkan Ertiga. Bermodal dari tiga varian di awal kemucnulannya, kini Suzuki Ertiga telah berevolusi menjadi beragam model pilihan.

Rentang harganya mulai dari Rp 183 juta sampai Rp 236,5 juta untuk Ertiga Dreza. Sedikit lebih mahal dari Honda Mobilio yang harganya mulai dari Rp 180,5 juta, tapi tipis di bawah Avanza dengan starting price Rp 184,2 juta. Harga ini penting mengingat pasar dari Ertiga selalu sensitif terhadap harga sebuah mobil.

Namun dengan banderol itu, Anda akan mendapatkan sebuah mobil keluarga yang nyaman digunakan bukan cuma untuk aktifitas sehari-hari tapi juga untuk kebutuhan transportasi bersama seluruh keluarga.

Honda HR-V Rating & Score Exterior: 3 / 5 stars Konsumsi Bahan Bakar: 4 / 5 stars Interior: 4 / 5 stars Keamanan: 3 / 5 stars Performa: 3 /5 stars Harga: 4 / 5 stars Keseluruhan: 4 / 5 stars Haruskah Saya Beli Mobil Ini?

Beli Mobil Ini Jika...

Anda merupakan keluarga muda yang suka berpergian jarak dekat atau jarak jauh bersama seluruh anggota keluarga inti atau sesekali mengajak anggota keluarga lain saat akhir pekan dan ketika datang musim liburan. Ruang bagasi yang cukup lebar dengan kemampuan jok belakang di tekuk memungkinkan banyak barang bawaan bisa masuk ke ruang kabin mobil ini.

Jangan Beli Mobil Ini Jika...

Anda menginginkan mobil keluarga dengan konfigurasi jok di ruang kabin yang sangat fleksibel dan berbalut bahan kualitas premium. Ertiga juga bukan bagi Anda yang sellau mendambakan kenyamanan berkendara dari sebuah mobil jenis sedan atau Anda yang suka kendaraan dengan kemampuan off-road.

Perbandingan Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga vs Toyota Avanza

Toyota Avanza mungkin menjadi musuh bebuyutan bagi Suzuki Ertiga. Kesuksesan Avanza pula yang mendorong Suzuki untuk ikut mencicipi besarnya kue pasar Low MPV di Indonesia. Dan itu terbukti sukses.

Membandingkan Suzuki Ertiga dan Toyota Avanza memang tak ada habisnya. Mulai dari obrolan seputar teknis sampai kecenderungan seseorang akan fanatisme pada brand tertentu bisa menjadi bahan obrolan ketika membicarakan komparasi Ertiga versus Avanza.

Namun Mobilkamu coba lebih mengambil jalan tengah dan memposisikan diri seadil mungkin. Antara Suzuki Ertiga dan Toyota Avanza memang berada di jalur kompetisi yang sama, target konsumennya pun serupa, tapi tentu masih memiliki diferensiasi dari masing-masing produk.

Dari segi spesifikasi teknis misalnya, jika Suzuki Ertiga hanya datang dengan satu pilihan mesin berkapasitas silinder 1.4-liter, maka Avanza jauh lebih beragam. Selain varian dan tipe, juga ada Avanza pilihan mesin 1.3-liter dan 1.5-liter.

Sedangkan untuk ragam pilihan model, selain tipe regular, baik Ertiga maupun Avanza juga punya pilihan model yang memiliki upgrade aksesoris. Kalau pada Suzuki itu terjadi melalui Ertiga Sporty dan Ertiga Elegant, maka di Avanza ada tipe Luxury. Sedangan varian teratas kalau Ertiga datang dengan Dreza, maka Toyota punya Avanza Veloz.

Kini soal harga, Suzuki Ertiga dipatok mulai dari Rp 183 juta sampai Rp 236,5 juta untuk Ertiga Dreza. Sementara harga Toyota Avanza saat tulisan ini dibuat yakni di rentang Rp 184,32 juta sampai Rp 230,5 juta.

 

Suzuki Ertiga vs Daihatsu Xenia

Selain Avanza, Daihatsu Xenia juga menjadi saingan berat dari Suzuki Ertiga. Jika Suzuki memecah ragam varian Ertiga mulai dari tipe standar, hanya menggunakan Airbag, tipe dengan Airbags dan ABS, serta varian termewah, maka Daihatsu Xenia lebih banyak lagi.

Hal ini lantaran Xenia punya dua pilihan mesin yakni 1.329 cc dengan kode 1NR-FE yang setara Avanza tipe mesin 1.3-liter serta pilihan mesin 989 cc tiga silinder berkode EJ-VE yang menjadi model paling murah dari Daihatsu Xenia.

Kalau pada Suzuki Ertiga ada model Sporty dan Elegant, maka Xenia pun sama yakni punya tipe Deluxe dan Sporty. Kemudian Xenia juga telah dilengkapi dengan teknologi mesin Dual VVT-i, dan tambahan kamera parkir untuk membantu pandangan ke belakang saat mundur.

Bicara harga, Suzuki Ertiga juga harus bertekuk lutut dengan Xenia. Pasalnya Daihatsu mematok harga Xenia mulai dari Rp 155,6 juta untuk tipe standar yang menggunakan mesin 1.0-liter, hingga Rp 209,8 juta untuk tipe R Sporty bertransmisi otomatis dengan fitur paling lengkap.

Banderol ini tentunya jauh di bawah Suzuki Ertiga yang memulai di harga lebih mahal sekitar Rp 27 juta dari Xenia varian paling rendah. Sementara harga Suzuki Ertiga Dreza sebagai tipe paling tinggi, terpaut Rp 26,7 juta di atas Daihatsu Xenia.

 

Suzuki Ertiga vs Honda Mobilio

Datang dengan desain modern dan stylish khas Honda, Mobilio seakan memuaskan dahaga para pencari Low MPV yang lebih bergaya, serta para Hondaisme yang ingin mobil keluarga Honda tapi dengan dana yang tak terlalu tinggi.

Tapi Suzuki juga tak tinggal diam karena beberapa tahun sejak kehadirannya di Indonesia Ertiga terus berevolusi dengan penambahan-penambahan fitur dan aksesoris. Apalagi kini Ertiga punya varian Dreza yang langsung head-to-head dengan Mobilio RS.

Dari sisi spesifikasi teknis, Honda Mobilio menggunakan beberapa teknologi yang mirip dengan Suzuki Ertiga, seperti Drive by Wire, variabel katup injeksi, dan empat silinder mesin. Hanya saja dengan kapasitas isi silinder lebih besar, yakni 1.496 cc, membuat tenaga Mobilio lebih tinggi dari Ertiga.

Ertiga cuma mampu menggapai power maksimum 92 Hp dengan torsi puncak 130 Nm, sementara Mobilio tenaganya 118 Hp dengan torsi 145 Nm. Karenanya Mobilio lebih nikmat untuk diajak bermanuver meskipun Ertiga juga tak kalah sedap.

Kedua mobil ini juga punya karakter posisi mengemudi yang identik. Mirip sedan karena keduanya sama-sama diambil dari platform sebuah hatchback yang notabene memiliki sifat nyaris sama dengan sedan hanya beda tanpa buntut bagasi belakang.

Perihal harga, jika Suzuki Ertiga dipatok mulai dari Rp 183 juta sampai Rp 236,5 juta, maka harga Hond amobilio Rp 181 juta - Rp 235,5 juta atau sedikit di bawah Ertiga. Tinggal sesuaikan dengan dana yang ada.

 

Suzuki Ertiga vs Nissan Grand Livina

Suzuki Ertiga dan Nissan Livina merupakan Low MPV dengan tipikal yang cukup seimbang. Keduanya sama-sama menjadi mobil kelaurga kelas bawah dengan model bodi yang cenderung pipih. Berbeda dengan Avanza-Xenia yang punya atap lebih tinggi.

Dengan atap pipih ini keduanya sama-sama punya keunggulan dari sisi aerodinamika dan kestablilan berkendara. Namun tetap saja baik Ertiga maupun Grand Livina punya perbedaan. Terutama dalam hal sistem mekanik.

Awalnya Nissan membekali Grand Livina dengan dua pilihan mesin yakni 1.5-liter 4 silinder dan 1.8-liter 4 silinder. Sayangnya kini Livina bermesin 1.8-liter sudha ditiadakan dan tertinggal varian yang punya isi silinder 1.498 cc dengan tenaga puncak 109 Hp.

Dengan kapasitas isi silinder yang lebih besar, sudah barang tentu membuat tenaga Grand Livina di atas Suzuki Ertiga. Satu lagi kelebihan yang ditawarkan Nissan yakni penggunaan sistem transmisi X-tronic CVT pada varian yang bertransmisi otomatis. Ini tidak ada pada Ertiga.

Tetapi ada konsekuensi dibalik beberapa keunggulan mekanis itu. Harga Nissan Grand Livina Rp 200,9 juta sampai Rp 245,5 juta atau Rp 6 jutaan hingga Rp 9 jutaan di atas Suzuki Ertiga.

 

Suzuki Ertiga vs Suzuki Ertiga Bekas

Suzuki Ertiga pertama kali diluncurkan pada April 2012, itu artinya usia Ertiga baru menyentuh 4 tahun. Padahal siklus sebuah produk otomotif dilakukan major change atau bahkan muncul generasi terbarunya minimal 5 tahun. Dengan demikian belum banyak perbedaan yang bisa ditemukan antara Ertiga keluaran awal dengan model facelift yang dilahirkan SIS pada 2015.

Seperti yang telah diungkap di awal tulisan Review Suzuki Ertiga ini jika PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadrikan minor change alias facelift dari Suzuki Ertiga menjelang akhir tahun lalu, ada beberapa perbedaan dibanding ketika Ertiga diluncurkan pada 2012. Perbedaan itu, meski kecil, tapi terdapat pada sisi eksterior dan interior.

Diklaim mengusung 20 perubahan dibanding Ertiga awal, pada sisi eksterior jelas sekali kalau kini SIS makin banyak bermain dengan aksen chrome untuk New Ertiga. Mulai dari grill, handle pintu bagian luar, dan aksen pada bumper. Ornamen chrome makin banyak ditemui pada model New Ertiga Dreza yang muncul di awal 2016 sebagai flagship dari Ertiga.

Selain grill yang kini pakai aksen chrome, bentuk rumah foglamp juga berubah, kemudian kini di tambah rear chrome garnish dengan emblem tulisan ERTIGA untuk menyatukan lampu kiri dan kanan. Tak lupa, bagian lampu juga diberi tambahan reflektor sehingga terkesan lampu stop makin lebar. Desain velg dan penggunaan upper spoiler yang ditambah stop lamp LED juga baru ditemui pada New Ertiga.

Di dalam, perubahan juga terjadi antara Ertiga generasi awal dengan New Ertiga. Diantaranya tema warna kabin yang berubah jadi dark grey kombinasi beige, penambahan socket charger pada jok baris ke-2, serta tak ketinggalan kursi baris ketiga juga dapat di split 50:50 sehingga memungkinkan pengendara dapat membawa barang bawaan yang lebih banyak dan penumpang dapat tetap duduk di baris ke-3.

Terakhir, adanya fitur Auto Up Window Driver Side With Safety Sensor yang memungkinkan resiko jari atau tangan pengemudi terjepit jendela bisa diminimalisir. Tak ketinggalan, desain velg juga sudah berubah dibanding Ertiga keluaran awal.

 

Harga Suzuki Ertiga

*Catatan: Harga dalam artikel ini berlaku saat waktu publikasinya, dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Suzuki Ertiga baru dipasarkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melalui jaringan dealer resmi Suzuki di seluruh Indonesia mulai April 2012. Pilihan model yang ditawarkan yakni Suzuki New Ertiga GA M/T Airbag, Suzuki New Ertiga GL Airbag M/T, Suzuki New Ertiga GL Airbag A/T, Suzuki New Ertiga GX Airbag ABS M/T, Suzuki New Ertiga GX Airbag ABS A/T, Suzuki New Ertiga Dreza M/T, Suzuki New Ertiga Greza A/T, Suzuki New Ertiga Dreza GS M/T, Suzuki New Ertiga Dreza GS A/T.

Suzuki tentunya menawarkan paket kepemilikan Ertiga yang menarik dan berbeda di tiap dealer. Selain itu juga ada penawaran paket bundling dengan perawatan berkala yang bisa dilakukan di bengkel resmi Suzuki. Untuk keterangan lebih jelas bisa langsung menghubungi dealer Suzuki terdekat di lokasi Anda.

Harga Suzuki Ertiga Baru

  • Suzuki New Ertiga GA M/T Airbag (Rp 183.000.000)
  • Suzuki New Ertiga GL Airbag M/T (Rp 199.500.000)
  • Suzuki New Ertiga GL Airbag A/T (Rp 212.000.000)
  • Suzuki New Ertiga GX Airbag ABS M/T (Rp 211.000.000)
  • Suzuki New Ertiga GX Airbag ABS A/T (Rp 223.500.000)
  • Suzuki New Ertiga Dreza M/T (Rp 216.900.000)
  • Suzuki New Ertiga Greza A/T (Rp 229.500.000)
  • Suzuki New Ertiga Dreza GS M/T (Rp 223.900.000)
  • Suzuki New Ertiga Dreza GS A/T (Rp 236.500.000)

Ket:

Harga diatas adalah harga on the road Jabodetabek berdasarkan daftar harga di website resmi Suzuki Indonesia yang diambil Juni 2016. Tapi ada juga tawaran diskon yang oleh showroom mobil baru yang berbeda dari hari ke hari. Anda dapat menemukan harga terbaik jika Anda memiliki hubungan dengan semua showroom mobil di Jakarta. Untungnya, MobilKamu memiliki hubungan dengan showroom mobil di Jakarta untuk membantu Anda menemukan harga terbaik untuk Suzuki Ertiga setiap saat sepanjang tahun.

 

Harga Suzuki Ertiga Bekas

Meskipun usianya belum menyentuh lima tahun, namaun di pasar mobil bekas sudah cukup banyak peredaran dari Suzuki Ertiga. Umumnya yang banyak dijual adalh Ertiga produksi-produksi awal yakni sekitar tahun 2012-2013. Meski demikian tak menutup kemungkinan juga And akan menemukan Suzuki New Ertiga yang merupakan model facelift dari Ertiga dan diproduksi di tahun 2015.

Hasil penelusuran tim MobilKamu menemukan beberapa harga pasaran dari Suzuki Ertiga tergantung model dan tahun produksi. Berikut harga Suzuki Ertiga bekas :

    2012
  • Suzuki Ertiga GA M/T - Rp 115.000.000
  • Suzuki Ertiga GL M/T - Rp 120.000.000
  • Suzuki Ertiga GX M/T - Rp 135.000.000
    2013
  • Suzuki Ertiga GA M/T - Rp 120.000.000
  • Suzuki Ertiga GL M/T - Rp 130.000.000
  • Suzuki Ertiga GX M/T - Rp 145.000.000
  • Suzuki Ertiga GX A/T - Rp 150.000.000
  • Suzuki Ertiga GX M/T Double Blower - Rp 155.000.000
    2014
  • Suzuki Ertiga GA M/T - Rp 125.000.000
  • Suzuki Ertiga GL M/T - Rp 140.000.000
  • Suzuki Ertiga GL A/T - Rp 145.000.000
  • Suzuki Ertiga GX M/T - Rp 155.000.000
  • Suzuki Ertiga GX A/T - Rp 160.000.000
  • Suzuki Ertiga GX M/T Double Blower - Rp 165.000.000

Spesifikasi Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga di Indonesia sudah mengalami sekali perubahan wajah yakni pada 2015. Kini Suzuki Ertiga dipasarkan di Indonesai dengan sembilan varian model dua pilihan transmisi dan satu pilihan mesin. Ke-9 varian Suzuki Ertiga itu yakni Suzuki New Ertiga GA M/T Airbag, Suzuki New Ertiga GL Airbag M/T, Suzuki New Ertiga GL Airbag A/T, Suzuki New Ertiga GX Airbag ABS M/T, Suzuki New Ertiga GX Airbag ABS A/T, Suzuki New Ertiga Dreza M/T, Suzuki New Ertiga Greza A/T, Suzuki New Ertiga Dreza GS M/T, Suzuki New Ertiga Dreza GS A/T.

Semua varian dari Suzuki Ertiga ini menggunakan mesin K14B 4 silinder segaris 16 katup dengan kapasitas 1.373 cc. Memiliki perbandingan kompresi 10:1 Suzuki Ertiga sanggup menghasilkan daya maksimum 92 hp pada 6.000 rpm dengan torsi maksimal 130 Nm di 4.000 rpm.

Dimensi

  • Panjang : 4.265 mm
  • Lebar : 1.695 mm
  • Tinggi : 1.685 mm
  • Sumbu Roda : 2.740 mm
  • Jarak dengan Tanah : 185 mm

Exterior

  • LED foglamp
  • Chrome Grille
  • LED High Mount Stop Lamp
  • Tailgate Spoiler
  • Chrome Muffler
  • Rear Chrome Garnish
  • Interior

    • Touchscreen monitor 9 inci Audio Video Navigation (AVN) dengan sistem SLDA (Smartphone linkage display audio) function
    • Tweeter on Dashboard
    • Audio Steering Switch
    • Multi Information Display LCD
    • Electric Power Windows
    • Rear Ventilation AC

    Mesin

    • K14B 1.4 L 4 silinder segaris, 16 katup
    • 1.373 cc
    • 92 hp @ 6.000 rpm
    • 130 Nm @ 4.000 rpm
    • Kompresi : 10:1
    • Diameter x langkah : 73.0 mm x 82.0 mm

    Safety

    • Side Impact Beam
    • Dual Front SRS Airbags
    • Sabuk Keselamatan 3 titik
    • Seatbelt Reminder
    • ABS
    • EBD
    • Immobilizer
    • Keyless Entry